Cari Blog Ini

Senin, 28 September 2020

Bijak Kelola Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid-19

   


     Dewasa ini kita dihadapkan dengan pandemi covid-19 yang melanda dunia sejak desember 2019, banyak literatur menyebutkan bahwa virus ini berasal dari Provinsi Wuhan di Tiongkok.  Pandemi ini berdampak terhadap segala sendi kehidupan manusia, mulai dari distribusi, pola konsumsi, politik, pendidikan, dan bagaimana cara kita menjalin hubungan. Di masa pandemi ini kita ditantang untuk bisa beradaptasi dan terus berupaya produktif dalam menyiasati kondisi ini. 

       Pandemi tak hanya berdampak terhadap kesehatan fisik saja, tapi juga dapat memengaruhi kondisi mental setiap orang. Ditambah lagi saat ini masyarakat dihadapkan dengan aturan new normal yang memaksa masyarakat untuk beradaptasi cepat dengan tatanan tersebut. 

     Kondisi Pandemi diperkeruh dengan dampak sosial ekonomi yaitu potensi terkena PHK yang membuat masyarakat galau dengan masalah keuangan, pekerjaan, dan masa depan seusai pandemi. Jika tidak segera disiasati, masyarakat dapat mengalami gangguan kesehatan mental atau penyakit mental. 

Ketidakpastian Menghantui Kita

       Seperti yang kita ketahui bersama sudah banyak hal yang mengubah kehidupan kita dimasa ini, dan kebanyakan mengarah pada hal yang negatif dan tidak disetujui oleh banyak orang. Pandemi membuat persoalan-persoalan baru yang memaksa kita untuk memutar otak agar dapat bertahan dalam belenggunya.

    Ketidakpastian menghantui kita semua, kapan pandemi ini berakhir?, kapan kita bisa melakukan kegiatan normal seperti biasa?, kapan saya dapat belajar disekolah lagi?, sampai kapan saya harus menganggur dirumah?, kapan ini, kapan itu, dan kapan kapan lainya, semua orang berpikir keras sampai mereka membebani pikiran mereka dan akhirnya terkena kesehatan mental karena dampak pandemi. Bagaimana dengan PHK, kesehatan, finansial, pendidikan, dll. Dan bagaimana mensiasatinya?, bagaimana supaya kita tetap sehat jasmani maupun rohani dimasa pandemi ini, terutama kesehatan rohani kita, mental kita, pikiran kita bisa selalu fresh, positive, dan produktif?.

Bijak Kelola Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid-19

Selain kesehatan fisik kesehatan mental juga sangat penting untuk dikelola dimasa pandemi ini,  hal ini penting untuk masyarakat yang sedang tertekan dengan kondisi ini terutama kepada pemuda agar selalu berpikir cerdas dan jernih selama pandemi.

Berikut kiat-kiat bijak mengelola kesehatan mental di masa pandemi covid-19:

   1. Biasakan rutinitas positif yang baru

Rutinitas sangat menentukan nilai dari hidup kita, setiap hari di masa pandemi ini muailah dengan selalu bangun pagi, berpkir positif. Isilah kegiatan hari-hari dengan produktif juga. Anda bisa lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga, buatlah rutinitas baru yang positif, seperti mengembangkan hobi, belajar bahasa, atau belajar skill baru di internet.

   2. Hanya baca berita terpercaya dan terbukti kebenarannya   

Sebuah data menyebutkan 82% informasi mengenai covid 19 di Indonesia adalah tidak tepat (muslim, 2020). Indonesia adalah salah satu negara dengan penyumbang informasi tidak tepat terbanyak di dunia mengenai covid-19 selain Brazil, Bpanyol, dan yang lainya.  

Selalu konsumsi berita yang terpecaya, dan dapat dipertanggung jawabkan kebenaranya, jangan lupa agar tidak mudah terprovokasi dengan pesan berantai dari grup wa, spam link di facebook, dan yang lainya. Selalu lakuakan cekkebenaran setiap berita, dan jangan muda terpedaya dengan modus penipuan-penipuan online. 

   3. Bercerita dengan teman terdekat atau orang tua

Setiap kesulitan pasti ada kemudahan, selalu cerita dan konsultasikan masalahmu degan orang terdekat yang dapat membuatmu semangat kembali, jangan anda tanggung bedan masalah anda sendiri, bicarakan baik-baik bila perlu dengan ahlinya misalnya psikolog atau ahli kejiwaan, ingat anda diberi masalah karena anda dinilai mampu untuk menyelesaikanya.

   4.Belajar mencintai diri sendiri

Cintai diri anda sendiri, kenali diri anda, bagaimana caranya?, anda saya rekomendasikan untuk banyak membaca buku tentang self improvment, menonton video motivasi dan percayalah lakukan kegiatan mencintai diri sendiri maka anda akan menemukan kebahagiaan dan rasa syukur yang luar biasa. 

   5. Dekatkan diri dengan tuhan Yang Maha Esa

Dekatkan diri dengan allah swt, sholat malam memohon petunjuk dan ketenangan jiwa, selalu husnudzan terhadap semua hal yang terjadi dan selalu berikhtiar memperolah ridhonya, santai hidup ini toh hanya sebuah permainan. 

Semoga Kiat-kiat diatas dapat membimbing anda dalam menghadapi tantangan di era pandemi covid-19, ingat selalu berpikir positif, atur waktu istirahat yang baik, dan jangan lupa bahagia. Terimakasih.

Kiss and Huge

Kunjungi Akun Medsosku di:

My Professional Web : diarypelajar.com

Instagram :  @adjie_sumantri20

Quora : https://id.quora.com/profile/Adjie-Sumantri

Essai ini diperuntukan untuk Tugas Raja Brawijaya Online 2020.

Essai Mental Health Raja Brawijaya Online 2020.

Jambi, 28/09/20, 10.27 WIB.

Minggu, 27 September 2020

Saya Cinta Diri Saya! Saya Pasti Bisa!

Hallo Semua, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

My Photo

      

Saya Cinta Diri Saya! Saya Pasti Bisa!

    Nama saya adjie sumantri, saya berasal dari Indonesia, saya lahir di sebuah desa kecil bernama penerokan pada tanggal 30-maret 2002, umur saya sekarang 18 tahun. Hobbi saya adalah menulis, membaca buku, menonton video di youtube, selain itu saya juga sering berolahraga yaitu futsal dan badminton, dan disamping rumahku terdapat lapangan badminton kecil, aku sering bermain dilapangan tersebut.

     Di sekolah menengah atas saya sekolah di MAN Insan Cendekia Jambi, sebuah sekolah Menegah Islam terbesar di provinsiku dan termasuk yang paling diminati di Indonesia. Di sana saya aktif berkontribusi dalam organisasi sekolah, dan saya menjabat sebagai wakil ketua OSIS pada tahun 2018-2019. Saya juga aktif mengikuti beberapa lomba dan memenagkanya, diantaranya lomba karya tulis ilmiah tingkat provinsi, lomba mengarang tingkat kabupaten, dan pernah mewakili MAN insan cendekia jambi dalam kongres nasional siswa madrasah seluruh Indonesia.

    Sekarang saya telah memasuki zona baru, yaitu dunia perkuliahan, tidak terasa tiba-tiba saja sudah resmi menyandang nama Mahasiswa, nama yang agung karana terselip kata "maha" sekaligus juga penuh tanggung jawab, ini adalah sebuah perjalanan awal yang akan sangat menentukan masa depanku kelak. Menjadi mahasiswa baru merupakan tantangan tersendiri bagi saya, di awal masa perkuliahan ini sudah ada setumpuk tugas yang harus dikerjakan, itulah realitanya. Untungnya ini masih bisa saya kontrol karena sudah terbiasa dengan tugas banyak di MAN Cendekia.  

    Kesan pertama kuliahku alhamdulillah lancar, memang sudah pasti kedepanya akan berhadapan dengan banyak ujian dan cobaan itu semua harus dijalani dengan kuat dan teratur. Saya punya cita-cita untuk menjadi seorang pengusaha sukses dan penulis terkenal. Saya sudah mulai langkah itu sejak duduk di bangku SMA. Banyak tantangan dalam membangun mimpi, tapi saya akan selalu berusaha menjadikan kesuksesanku nanti sebagai hadiah terbaik untuk orang tua, tidak sembarang kuliah tapi juga keberkahan ilmu yang didapat sangat penting terutama untuk pengabdian di masyarakat.

    Saya Cinta Diri Saya! itu kata motivasi yang selalu saya ucapkan, saya menjadikan membaca dan menulis sebagai tempat saya mencari inspirasi dan juga motivasi, dengan membaca saya bisa menemukan jati diri saya, memahami bahwa semakin banyak membaca saya semakin sadar bahwa ilmu yang saya miliki masih sangat rendah. Saya berkomitmen untuk selalu memberikan aura positif kepada lingkunagan saya, selalu terbuka terhadap setiap perbedaan, dan menjadikan musyawarah sebagai solusi untuk sebuah penyelesaian masalah. Membaca membuatku mengerti isi dunia, semoga saya selalu diberikan kesehatan, dan dapat menerapkan ilmu yang saya pelajari di kampus ke kehidupan masyarakat kelak. Saya Pasti Bisa!!

    Saya sangat termotivasi untuk dapat belajar diluar negeri, pikiran pertama saya mengatakan bahwa belajar diluar negeri akan membawaku untuk bisa menemukan jati diri yang sebenarnya, mendapat pengalaman Pendidikan dari negara maju merupakan hal yang ingin saya raih.  Pada kelas pertama di Sekolah mengah atas, saya mendaftarkan diri untuk mengikuti Exchange Program ke Amaerika. Namun, waktu itu di seleksi terakhir aku gagal karena kurangnya persiapan terutama dalam bahasa Inggris yang masih sangat pemula. Karena saya besar dilingkungan desa, dimana kebanyakan orang tua disana berpikir untuk apa anaknya sekolah jauh-jauh, kalau ujung-ujungnya mereka bakal menganggur atau menghabiskan uang orang tua, ditambah lagi dengan mainset anak-anak di desaku “sekolah di sini saja, tidak perlu jauh-jauh, apalagi sampai keluar negeri, memang kita bisa apa?” Mainset itulah yang ingin saya ubah dari teman-teman di desaku yang masih takut untuk mencoba kuliah diluar negeri, oke tak perlu luar negeri mungkin bisa sekolah di tempat yang lebih bergengsi di kota-kota besar di Indonesia.

Doakan Kuliah S2 di luar negeri Amiiiin.

      SAYA PASTI BISAA!!!

Kunjungi Akun Medsosku di:

My Professional Web : diarypelajar.com

Instagram :  @adjie_sumantri20

Quora : https://id.quora.com/profile/Adjie-Sumantri


Bijak Kelola Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid-19

           Dewasa ini kita dihadapkan dengan pandemi covid-19 yang melanda dunia sejak desember 2019, banyak literatur menyebutkan bahwa vir...